
Karya besutan Hideo Kojima ini memang patut diacungin jempol, setiap entri baru yang menyandang title Metal Gear selalu jadi satu yang dinanti. Terlebih lagi untuk sebuah judul yang berperan mengembangkan semesta cerita utamanya, seperti Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.
Konami dan Kojima membagi proyek Metal Gear Solid V-nya ke dalam dua fase. Yang pertama, adalah sebuah prolog atau bagian pengantar yang dijudulinya dengan Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, dan yang kedua yang masih dalam proses ialah Metal gear Solid V : Phantom Pain.

Banyak gamer yang menyebutkan bahwa game ini adalah versi demo, namun Kojima cenderung berkata lain,ia beranggapan bahwa Ground Zeroes sebagai pembukaan pra peristiwa yang terjadi dalam The Phantom Pain. Tentu, ini merupakan bagian terpenting yang tidak bisa dilewatkan oleh setiap gamer yang setia mengikuti jalan ceritanya. Sementara dari segi gameplay, bagian pengantar ini adalah satu yang memperkenalkan pemainnya pada babak baru Metal Gear next-gen, dengan rancangan yang mengacu pada orientasi open world dan mekanisme-mekanisme baru di dalamnya.
Tapi, disebut sebagai demo pun sebenarnya memang tidak tepat sepenuhnya. Ground Zeroes turut menyertakan sejumlah Side Ops yang menjadikan game-nya belum tuntas hanya dengan menyelesaikan sebatas skenario misi utamanya. Secara menyeluruh, terdapat beberapa misi tambahan yang dapat dimainkan untuk durasi lebih lama, walau tak dipungkiri, setting map yang hanya sekedar diotak-atik (siang/malam) demi memberi variasi rasanya masihlah kurang untuk memuaskan. Namun, setidaknya dengan rancangan map yang brilian dan gameplay yang lebih memberi pilihan cara dalam bermain, entri ini tetaplah patut untuk dimainkan.

Setelah cerita Big Boss yang terakhir kalinya diangkat dalam Metal Gear Solid: Peace Walker, Ground Zeroes menyambungnya dengan sebuah misi penyelamatan yang harus dijalankan sang pahlawan legendaris. Adalah Chico dan Paz, kedua tokoh yang pertama kalinya dikenal dalam Peace Walker, sebagai tawanan yang harus dibebaskan Snake. Selain itu, judul ini memperkenalkan pula sosok antagonis yang dipanggil dengan sebutan Skull Face, seorang pimpinan dari XOF (kebalikan dari FOX). Singkat dalam bercerita dan kontan menyisakan akhir yang menggantung, kelanjutannya pun baru akan dapat diikuti kembali pada The Phantom Pain yang (mungkin) datang tahun depan.
Ground Zeroes mengemas gameplay-nya dengan lokasi yang lebih luas untuk dikelilingi, juga dinamis. Dunia ini terasa lebih hidup dengan lawan yang lebih punya variasi dalam beraktivitas, berkomunikasi satu sama lain, dan cukup peka untuk memergoki gerakanmu yang mencurigakan. Untuk pertama kalinya juga,Ground Zeroes memperkenalkan sebuah MGS dengan sistem transportasi yang fungsional, walau pada versi demo ini baru sebatas truk, jeep, dan tank, berikut helikopter untuk membebaskan tawanan sekaligus menyudahi misi. Dan meski terhitung semi-open world, nyatanya ruang bermain ini tetaplah mempunyai batasan.

Snake itu sendiri juga megalami perkembangan diseri ini. Sang jagoan makin terasa luwes secara pergerakan, mampu melakukan multiple takedown, dan suatu hal baru yang dinamakan Reflex Mode. Reflex Mode memungkinkan Snake dapat mengantisipasi situasi 'Alert' lebih cepat dalam slow motion. Memang dapat dinon-aktifkan, namun fitur ini kiranya merupakan salah satu tambahan yang diimplementasikan sebagai ganti dari radar yang kali ini ditiadakan, walau di lain sisi, hilangnya radar cukup diakui membuat pergerakan terasa lebih dibatasi dengan jarak pandang yang lebih sempit. Selain itu, posisi lawan juga dapat ditandai dengan binoculars dan menginterogasi lawan tertentu.
Adapun perubahan radikal lainnya yang dialami Ground Zeroes terdapat pada Snake yang tak lagi membutuhkan konsumsi Ration untuk memulihkan health. Seperti yang ditemukan pada game shooter kebanyakan, health kini dapat beregenerasi dengan sendirinya. Mekanisme yang sebenarnya mungkin agak terasa memperkenankan gamers lebih berani dalam berkonfrontasi.

Dengan banyak kelebihan pada game ini sangat disayangkan bahwa terdapat kekurangan dalam game ini yaitu durasi yang begitu singkat, Ground Zeroes barulah sebuah prolog dari The Phantom Pain. Seperti yang telah disebutkan, game ini mengemas di dalamnya satu misi utama dengan lima misi tambahan. Namun, rancangan gameplay yang memberi ruang untuk berimprovisasi adalah hal yang memungkinkannya dapat dimainkan hingga beberapa kali. Belum lagi dengan masih adanya sejumlah collectibles dan rahasia yang menarik untuk dilihat, serta catatan rekor untuk ditaklukkan.

Banyak gamer yang menyebutkan bahwa game ini adalah versi demo, namun Kojima cenderung berkata lain,ia beranggapan bahwa Ground Zeroes sebagai pembukaan pra peristiwa yang terjadi dalam The Phantom Pain. Tentu, ini merupakan bagian terpenting yang tidak bisa dilewatkan oleh setiap gamer yang setia mengikuti jalan ceritanya. Sementara dari segi gameplay, bagian pengantar ini adalah satu yang memperkenalkan pemainnya pada babak baru Metal Gear next-gen, dengan rancangan yang mengacu pada orientasi open world dan mekanisme-mekanisme baru di dalamnya.
Tapi, disebut sebagai demo pun sebenarnya memang tidak tepat sepenuhnya. Ground Zeroes turut menyertakan sejumlah Side Ops yang menjadikan game-nya belum tuntas hanya dengan menyelesaikan sebatas skenario misi utamanya. Secara menyeluruh, terdapat beberapa misi tambahan yang dapat dimainkan untuk durasi lebih lama, walau tak dipungkiri, setting map yang hanya sekedar diotak-atik (siang/malam) demi memberi variasi rasanya masihlah kurang untuk memuaskan. Namun, setidaknya dengan rancangan map yang brilian dan gameplay yang lebih memberi pilihan cara dalam bermain, entri ini tetaplah patut untuk dimainkan.

Setelah cerita Big Boss yang terakhir kalinya diangkat dalam Metal Gear Solid: Peace Walker, Ground Zeroes menyambungnya dengan sebuah misi penyelamatan yang harus dijalankan sang pahlawan legendaris. Adalah Chico dan Paz, kedua tokoh yang pertama kalinya dikenal dalam Peace Walker, sebagai tawanan yang harus dibebaskan Snake. Selain itu, judul ini memperkenalkan pula sosok antagonis yang dipanggil dengan sebutan Skull Face, seorang pimpinan dari XOF (kebalikan dari FOX). Singkat dalam bercerita dan kontan menyisakan akhir yang menggantung, kelanjutannya pun baru akan dapat diikuti kembali pada The Phantom Pain yang (mungkin) datang tahun depan.
Ground Zeroes mengemas gameplay-nya dengan lokasi yang lebih luas untuk dikelilingi, juga dinamis. Dunia ini terasa lebih hidup dengan lawan yang lebih punya variasi dalam beraktivitas, berkomunikasi satu sama lain, dan cukup peka untuk memergoki gerakanmu yang mencurigakan. Untuk pertama kalinya juga,Ground Zeroes memperkenalkan sebuah MGS dengan sistem transportasi yang fungsional, walau pada versi demo ini baru sebatas truk, jeep, dan tank, berikut helikopter untuk membebaskan tawanan sekaligus menyudahi misi. Dan meski terhitung semi-open world, nyatanya ruang bermain ini tetaplah mempunyai batasan.

Snake itu sendiri juga megalami perkembangan diseri ini. Sang jagoan makin terasa luwes secara pergerakan, mampu melakukan multiple takedown, dan suatu hal baru yang dinamakan Reflex Mode. Reflex Mode memungkinkan Snake dapat mengantisipasi situasi 'Alert' lebih cepat dalam slow motion. Memang dapat dinon-aktifkan, namun fitur ini kiranya merupakan salah satu tambahan yang diimplementasikan sebagai ganti dari radar yang kali ini ditiadakan, walau di lain sisi, hilangnya radar cukup diakui membuat pergerakan terasa lebih dibatasi dengan jarak pandang yang lebih sempit. Selain itu, posisi lawan juga dapat ditandai dengan binoculars dan menginterogasi lawan tertentu.
Adapun perubahan radikal lainnya yang dialami Ground Zeroes terdapat pada Snake yang tak lagi membutuhkan konsumsi Ration untuk memulihkan health. Seperti yang ditemukan pada game shooter kebanyakan, health kini dapat beregenerasi dengan sendirinya. Mekanisme yang sebenarnya mungkin agak terasa memperkenankan gamers lebih berani dalam berkonfrontasi.

Dengan banyak kelebihan pada game ini sangat disayangkan bahwa terdapat kekurangan dalam game ini yaitu durasi yang begitu singkat, Ground Zeroes barulah sebuah prolog dari The Phantom Pain. Seperti yang telah disebutkan, game ini mengemas di dalamnya satu misi utama dengan lima misi tambahan. Namun, rancangan gameplay yang memberi ruang untuk berimprovisasi adalah hal yang memungkinkannya dapat dimainkan hingga beberapa kali. Belum lagi dengan masih adanya sejumlah collectibles dan rahasia yang menarik untuk dilihat, serta catatan rekor untuk ditaklukkan.
Sebagai ekstra, satu dari antara lima misi tambahan yang dimaksud merupakan Extra Ops yang eksklusif menurut platform. Sementara misi eksklusif PlayStation yang dijuduli Deja Vu akan membawa fans bernostalgia dengan sejumlah momen Metal Gear Solid, misi eksklusif Xbox yang bertajuk Jamais Vu akan mendatangkan Raiden dari Metal Gear Rising: Revengeance untuk melumpuhkan para "Snatcher."


Kelebihan yang tak kalah menarik , Ground Zeroes juga menyertakan gimmick berupa kendali iDROID pada perangkat second screen. iDROID adalah menu interface yang di antaranya berperan menunjukkan peta, memanggil helikopter, dan memutar kaset. Dengan app khusus yang dapat di-download pada smartphone kalian, gamers dapat menemukan Mother Base sebagai fitur tambahan yang dapat diakses.


Memang untuk game satu ini tidak akan ada habisnya, selain Graphic yang memukau, Gameplay yang menarik, Juga Story line yang mengagumkan membuat kita penasaran apa yang terjadi untuk seri selanjutnya. Jadi bagaimana tertarik untuk mencoba ?





Kelebihan yang tak kalah menarik , Ground Zeroes juga menyertakan gimmick berupa kendali iDROID pada perangkat second screen. iDROID adalah menu interface yang di antaranya berperan menunjukkan peta, memanggil helikopter, dan memutar kaset. Dengan app khusus yang dapat di-download pada smartphone kalian, gamers dapat menemukan Mother Base sebagai fitur tambahan yang dapat diakses.


Memang untuk game satu ini tidak akan ada habisnya, selain Graphic yang memukau, Gameplay yang menarik, Juga Story line yang mengagumkan membuat kita penasaran apa yang terjadi untuk seri selanjutnya. Jadi bagaimana tertarik untuk mencoba ?



No comments:
Post a Comment