Thursday, January 29, 2015

The Saboteur



Kali ini saya akan mereview game open world lagi nh, bisa dibilang ini game jadul tapi tidak ada salahnya kita memainkan game ini, nama gamenya adalah The Saboteur

Berkisah tentang Sean Devlin seorang montir kendaraan yang juga lihai dalam hal mengendarai mobil. Pada suatu hari Sean berlomba dengan salah satu petinggi Nazi bernama Kurt Dierker. Perlombaan pun berlangsung dengan sengit antara Sean dengan Kurt, Namun sayang di garis Finish, Kurt berlaku curang dengan menembakan peluru pada kendaraan Sean. Aksinya yang sangat licik tersebut membuat Sean bersama rekan satu timnya, Jules, merasa murka dan mereka pun memutuskan untuk melancarkan balas dendam dengan menenggelamkan kendaraan Kurt ke dalam jurang. Berkat aksi mereka yang tergolong nekad, Sean dan rekannya Jules harus berhadapan dengan para tentara Nazi hingga akhirnya merenggut nyawa Jules. Atas dasar inilah, Sean akhirnya menanamkan kebencian terhadap Kurt Dierker dan tentara Nazi-nya serta bertekad untuk melancarkan balas dendam. Dalam misi mewujudkan rasa balas dendamnya, Sean tidaklah sendiri. Pada pelariannya di Paris, Sean bertemu dengan beberapa pemberontak yang juga ingin mengusir para tentara Nazi dari kota Paris, dari sinilah beragam atraksi sabotase mulai terlihat.



Aksi-aksi Sean pun cukup beragam diantaranya Memanjat dinding untuk menyelinap kedalam markas musuh, menyamar sebagai anggota tentara Nazi, melakukan genjatan senjata secara terang-terangan, Meski demikian masih banyak kekurangan yang ada pada game ini

kekurangan yang terlihat ialah Sebagai seorang manusia, Sean memiliki daya tahan tubuh yang sangat tidak masuk akal. Untuk membunuhnya, dibutuhkan sekitar 50 tembakan sebelum ia mati dan itupun masih didukung dengan kecepatan regenerasi yang sangat teramat cepat dan termasuk tidak masuk akal. Itu berarti, semua fitur yang diberikan seperti fitur untuk berlindung dan sejenisnya sudah tidak terlalu berfungsi lagi karena daya tahan tubuhnya ini sepertii Superman. Sean bisa dikatakan sebagai seorang prajurit super utusan Superman wkwk



kekurangan yang lainnya ialah ketika Sean mencoba membunuh musuh secara diam-diam, Jika salah langkah dalam mengambil keputusan, kamu sudah akan ditembaki berpuluh-puluh peluru yang mengejar di belakang kamu. Indikator kecurigaan musuh inilah yang menjadi kekurangan karna cenderung naik dengan cepat dan apabila sudah mencapai batasnya, maka berbunyilah alarm dan yang bisa kamu lakukan hanya melarikan diri sebelum tubuh kamu menjadi sarang peluru. Melarikan diripun bukanlah hal yang mudah dalam game ini karna tentara Nazi akan terus mengejar mu, cara paling efektif untuk lolos dari pengejaran ialah mencari tempat persembunyian untuk menghindar dari kejaran tentara Nazi.



Kekurangan pun terjadi saat kamu menyamar menjadi tentara Nazi untuk menghindari kecurigaan dari tentara Nazi. Kekurangannya ialah samaran kamu itu akan mudah dikenali dan ditambah lagi dengan adanya beberapa prajurit spesial yang bisa mengenali samaran kamu dan langsung menyalakan alarmnya. Hanya beberapa misi saja kamu bisa merasakan fitur penyamaran ini, untuk misi-misi seterusnya sangat mustahil untuk menyamar menjadi tentara Nazi. Satu hal lain yang juga saya rasakan cukup mengganggu adalah, hanya dengan modal satu letusan senjata, baik itu membunuh orang sekitar ataupun tidak, seluruh pasukan Nazi akan langsung berhamburan datang ke tempat kamu meletuskan senjata kamu bahkan jika kalian hanya memegang senjata saja di dekat tentara Nazi mereka akan langsung mencurigai anda, Menjengkelkan bukan.



fitur utama yang ditawarkan dalam game ini adalah nuansa hitam putih yang meliputi kota tersebut. Warna hitam putih ini ditujukan untuk mengindikasikan bahwa masyarakat di sekitar hidup dalam rasa ketakutan akibat adanya Nazi. Setiap kali Sean berhasil menyelesaikan misinya di suatu daerah tertentu, kamu akan melihat warna yang kembali muncul di daerah tersebut yang menandakan bahwa harapan sudah kembali muncul dalam diri para penduduknya.



Ouh yah Perlu diketahui juga bahwa game ini tidaklah baik dimainkan oleh anak-anak. Selain beragam adegan pertumpahan darah, game ini juga mempertontonkan aksi para penari striptis yang sedang topless alias telanjang dada.



Grafis yang ditawarkan dalam game ini pun lumayan bagus, nuansa hitam-putihnya, Suasana kota paris yang sangat memukau, juga tatanan suara yang hebat. Walaupun banyak kekurangan dalam game ini, tapi game ini layak untuk mengisi liburan anda sekalian.


Monday, January 26, 2015

Metal Gear Solid V Ground Zeroes





Karya besutan Hideo Kojima ini memang patut diacungin jempol, setiap entri baru yang menyandang title Metal Gear selalu jadi satu yang dinanti. Terlebih lagi untuk sebuah judul yang berperan mengembangkan semesta cerita utamanya, seperti Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.

Konami dan Kojima membagi proyek Metal Gear Solid V-nya ke dalam dua fase. Yang pertama, adalah sebuah prolog atau bagian pengantar yang dijudulinya dengan Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, dan yang kedua yang masih dalam proses ialah Metal gear Solid V : Phantom Pain.



Banyak gamer yang menyebutkan bahwa game ini adalah versi demo, namun Kojima cenderung berkata lain,ia beranggapan bahwa Ground Zeroes sebagai pembukaan pra peristiwa yang terjadi dalam The Phantom Pain. Tentu, ini merupakan bagian terpenting yang tidak bisa dilewatkan oleh setiap gamer yang setia mengikuti jalan ceritanya. Sementara dari segi gameplay, bagian pengantar ini adalah satu yang memperkenalkan pemainnya pada babak baru Metal Gear next-gen, dengan rancangan yang mengacu pada orientasi open world dan mekanisme-mekanisme baru di dalamnya.

Tapi, disebut sebagai demo pun sebenarnya memang tidak tepat sepenuhnya. Ground Zeroes turut menyertakan sejumlah Side Ops yang menjadikan game-nya belum tuntas hanya dengan menyelesaikan sebatas skenario misi utamanya. Secara menyeluruh, terdapat beberapa misi tambahan yang dapat dimainkan untuk durasi lebih lama, walau tak dipungkiri, setting map yang hanya sekedar diotak-atik (siang/malam) demi memberi variasi rasanya masihlah kurang untuk memuaskan. Namun, setidaknya dengan rancangan map yang brilian dan gameplay yang lebih memberi pilihan cara dalam bermain, entri ini tetaplah patut untuk dimainkan.



Setelah cerita Big Boss yang terakhir kalinya diangkat dalam Metal Gear Solid: Peace Walker, Ground Zeroes menyambungnya dengan sebuah misi penyelamatan yang harus dijalankan sang pahlawan legendaris. Adalah Chico dan Paz, kedua tokoh yang pertama kalinya dikenal dalam Peace Walker, sebagai tawanan yang harus dibebaskan Snake. Selain itu, judul ini memperkenalkan pula sosok antagonis yang dipanggil dengan sebutan Skull Face, seorang pimpinan dari XOF (kebalikan dari FOX). Singkat dalam bercerita dan kontan menyisakan akhir yang menggantung, kelanjutannya pun baru akan dapat diikuti kembali pada The Phantom Pain yang (mungkin) datang tahun depan.

Ground Zeroes mengemas gameplay-nya dengan lokasi yang lebih luas untuk dikelilingi, juga dinamis. Dunia ini terasa lebih hidup dengan lawan yang lebih punya variasi dalam beraktivitas, berkomunikasi satu sama lain, dan cukup peka untuk memergoki gerakanmu yang mencurigakan. Untuk pertama kalinya juga,Ground Zeroes memperkenalkan sebuah MGS dengan sistem transportasi yang fungsional, walau pada versi demo ini baru sebatas truk, jeep, dan tank, berikut helikopter untuk membebaskan tawanan sekaligus menyudahi misi. Dan meski terhitung semi-open world, nyatanya ruang bermain ini tetaplah mempunyai batasan.



Snake itu sendiri juga megalami perkembangan diseri ini. Sang jagoan makin terasa luwes secara pergerakan, mampu melakukan multiple takedown, dan suatu hal baru yang dinamakan Reflex Mode. Reflex Mode memungkinkan Snake dapat mengantisipasi situasi 'Alert' lebih cepat dalam slow motion. Memang dapat dinon-aktifkan, namun fitur ini kiranya merupakan salah satu tambahan yang diimplementasikan sebagai ganti dari radar yang kali ini ditiadakan, walau di lain sisi, hilangnya radar cukup diakui membuat pergerakan terasa lebih dibatasi dengan jarak pandang yang lebih sempit. Selain itu, posisi lawan juga dapat ditandai dengan binoculars dan menginterogasi lawan tertentu.

Adapun perubahan radikal lainnya yang dialami Ground Zeroes terdapat pada Snake yang tak lagi membutuhkan konsumsi Ration untuk memulihkan health. Seperti yang ditemukan pada game shooter kebanyakan, health kini dapat beregenerasi dengan sendirinya. Mekanisme yang sebenarnya mungkin agak terasa memperkenankan gamers lebih berani dalam berkonfrontasi.



Dengan banyak kelebihan pada game ini sangat disayangkan bahwa terdapat kekurangan dalam game ini yaitu durasi yang begitu singkat, Ground Zeroes barulah sebuah prolog dari The Phantom Pain. Seperti yang telah disebutkan, game ini mengemas di dalamnya satu misi utama dengan lima misi tambahan. Namun, rancangan gameplay yang memberi ruang untuk berimprovisasi adalah hal yang memungkinkannya dapat dimainkan hingga beberapa kali. Belum lagi dengan masih adanya sejumlah collectibles dan rahasia yang menarik untuk dilihat, serta catatan rekor untuk ditaklukkan.

Sebagai ekstra, satu dari antara lima misi tambahan yang dimaksud merupakan Extra Ops yang eksklusif menurut platform. Sementara misi eksklusif PlayStation yang dijuduli Deja Vu akan membawa fans bernostalgia dengan sejumlah momen Metal Gear Solid, misi eksklusif Xbox yang bertajuk Jamais Vu akan mendatangkan Raiden dari Metal Gear Rising: Revengeance untuk melumpuhkan para "Snatcher."





Kelebihan yang tak kalah menarik , Ground Zeroes juga menyertakan gimmick berupa kendali iDROID pada perangkat second screen. iDROID adalah menu interface yang di antaranya berperan menunjukkan peta, memanggil helikopter, dan memutar kaset. Dengan app khusus yang dapat di-download pada smartphone kalian, gamers dapat menemukan Mother Base sebagai fitur tambahan yang dapat diakses.




Memang untuk game satu ini tidak akan ada habisnya, selain Graphic yang memukau, Gameplay yang menarik, Juga Story line yang mengagumkan membuat kita penasaran apa yang terjadi untuk seri selanjutnya. Jadi bagaimana tertarik untuk mencoba ?





Saints Row Gat out of Hell



Saints Row seri terbaru yaitu Gat out of Hell sesuai dengan namanya, game ini akan membawa Anda ke Neraka Dunia, dimana kita akan berpetualang , dengan menggunakan berbagai senjata unik. Saints Row: Gat out of Hell rilis 22 Januari 2015 untuk platform PC.

Di Seri Saint Row ini kita akan lebih banyak melawan iblis-iblis di neraka dengan senjata-senjata yang pastinya unik. Disamping itu disini kita juga akan memiliki kekuatan super yang hampir sama dengan versi sebelumnya yaitu Saint Row IV

Di Saint Row Gat Out Of Hell ini kekuatan super yang paling saya kagumi ialah Terbang dengan menggunakan sepasang sayap iblis seperti pepatah “ I Believe I can Fly” saya percaya saya bisa terbang hehe , Kita bisa mengatur kebebasan dalam terbang diangkasa tapi pastinya akan ada batasnya dimana kita bisa terbang jadi kita tidak akan seenaknya terbang terus menerus.



Selain itu disini kita memiliki kekuatan untuk mensummon monster mungkin untuk awal-awal kita hanya bisa mensummon monster yang kecil-kecil saja tapi diperkirakan kita akan bisa mensummon monster yang besar sebesar Titan ( cuman Firasat sih).


Untuk segi grafis saya rasa sudah sangat bagus dan suara-suara dalam game juga terlihat menakutkan tapi gx nyampe merinding juga. Dalam segi story saya belum mendapatkan hal yang menarik karna game ini tergolong baru dan waktu saya untuk bermain game juga sedikit jadi saya cuman bermain sebentar dan mencoba mereview game ini. Tapi untuk pecinta game Open World game ini patut dicoba selain membawa nuansa Terbang di Langit-langit kita juga akan disuguhi oleh pertempuran-pertempuran yang unik melawan Iblis. Jadi gimana tertarik untuk mencoba ?








Perkenalan

Halo  nama saya Andika Reza Syahputra lahir di Jakarta 22 Maret 1996. Saya tinggal di Bandung Tepatnya di Asrama Putra  Telkom University. Kegiatan Saya saat ini yaitu kuliah di Telkom University jurusan D3 Teknik Komputer lalu bermain Game dan mengupdate game-game terbaru untuk diikoleksi maupun untuk dimainkan, belajar bahasa pemograman seperti HTML, C++, PHP, dan masih banyak lagi. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Asal saya dari Bogor. Cita-cta saya untuk kedepannya yaitu membuat bisnis atau usaha yang berkaitan dengan bidang komputer.Itu cita cita saya yang pertama, Cita-cita saya yang kedua yaitu ingin membuat game sendiri agar perkembangan game Indonesia tidak kalah jauh dengan game-game luar negeri. Ok segitu dulu perkenalan dari saya Terima Kasih.

Mafia II




Berkisah sebagai Vito Scaletta, yakni seorang veteran perang dunia II. Awal cerita, gamer akan disuguhkan sebuah video tentang bagaimana Vito bisa menjadi seorang tentara. Mulai dari ia kecil, kemudian beranjak dewasa dengan segudang kenakalannya, hingga ia dijebloskan untuk ikut wajib militer.

Usai menyelesaikan tugasnya sebagai seorang tentara, Vito kembali ke rumah dengan harapan dapat melanjutkan hidup bersama keluarganya. Namun apa daya, sesampainya di rumah ia mendapati keluarganya yang sedang terlilit hutang dan ayahnya yang telah tiada.

Ingin segera menyelesaikan masalah di keluarga Vito pun menemui teman semasa kecilnya, Joe Barbaro, untuk mendapatkan perkerjaan. Nah, di sinilah mulai terlihat beberapa aksi kriminal yang dilakukan oleh kedua orang tersebut.

Seluruh cerita dalam game ini akan berada dalam Empire Bay, yakni sebuah kota virtual yang dirancang dari bentuk New York pada era 1940-an. Vito dan Joe akan bersama-sama menyelesaikan satu misi ke misi lain yang diberikan oleh sekelompok bos mafia.

Tiap misi yang dilakoni akan membawa Vito hingga ke jenjang karirnya sebagai keluarga Mafia. Namun tidak melulu bahagia, ada kalanya sang jagoan menjalankan misi sebagai tahanan di dalam penjara, jatuh miskin, hingga cerita memilukan ketika Vito kehilangan ibu dan teman baiknya.


Kelebihan dan kekurangan
Grafis ialah salah satu kelebihan dari game ini dengan suara latar yang begitu menarik membuat kita terbawa disuasana era 40an, selain itu tidak harus dengan komputer berspec tinggi yang bisa memainkan ini melainkan komputer yang standar pun bisa memainkan game ini .

Suasana jadul pun kian didukung penampilan karakter dengan gaya tatanan rambut serta pakaian khas pada jamannya. Belum lagi musik latar yang mengiringi gamer ketika sedang mengendari mobil.

Urusan mengendari mobil dalam Mafia II bukanlah perkara mudah, karena sedang musim dingin dan bersalju tebal, maka mobil akan mudah sekali tergelincir. Inilah yang begitu merepotkan ketika pemain harus mengendari mobil dengan catatan waktu tertentu.

Efek perputaran waktu pun terlihat terlihat luar biasa, sistem perpindahan waktu dari pagi, siang, dan malam yang begitu menawan. Ouw ya, seluruh misi tidak hanya dimainkan dalam musim dingin saja, beberapa misi terakhir justru dimainkan pada musim panas ala Empire Bay.

Hadir dengan alur cerita yang menarik, kualitas grafis yang menawan, serta tatanan suara yang mengagumkan membuat Mafia II tampil baik. Namun bukan berarti game ini tidak menemui kekurangan

Kekurangan yang saya sebalkan ialah game ini mempunyai cerita yang menurut saya begitu singkat . Ada sekitar 15 chapter dalam dalam Mafia II, dan pemain bisa menyelesaikan semua misi dalam waktu 8-9 jam saja. Itu jika pemain memainkan game ini terus tanpa henti.

Untuk bug banyak yang mereview game ini dan menemukan bug yang beragam didalam game ini tapi saat saya memaiinkan game ini saya tidak memiliki kendala apapun dan lancar jaya

Kelebihan:

+ Cerita menarik
+ Kualitas grafis menawan
+ Misi beragam
Kekurangan:
- Tergolong singkat




Dalam mereview game ini,saya menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i3-3217U, RAM 8GB, VGA NVIDIA GEFORCE 720M 2GB dan sistem operasi Windows 7



Tuesday, January 20, 2015

Pendahuluan

Halo nama saya Andika Reza Syahputra. Tujuan saya membuat ini untuk mereview game-game yang saya mainkan selain itu juga memberi berita seputar game terbaru maupun game lama. Blog ini juga akan memberikan tempat atau situs-situs untuk download game yang bagus semoga bisa membantu sebaga sesama Gamers Terima Kasih.